Kesetaraan Kesempatan kerja antar gender menciptakan rasa aman pada wanita, tapi mengancam harmonisasi hubungan menjadi lebih rapuh jika peran provider secara stereotipe masih dibebankan pada laki laki.


Tidak semua hubungan jadi rapuh, lebih tepatnya Harmonisasi Hubungan hanya mengkerucut ke angka yang relatif kecil (sebagian kecil hubungan), sisanya rawan konflik. Harmonisasi Hubungan perlu keseimbangan Peran antara Provider dan yang diprovide. Jika terjadi krisis peran Provider maka rapuhlah hubungan itu. Kapan terjadinya krisis peran Provider? 1. Saat stereotipe peran Provider masih dibebankan ke laki laki 2. Saat penghasilan wanita lebih besar dari laki laki 3. Saat laki laki tidak berpenghasilan. Solusinya? Salah satunya: 1. Kesempatan Kerja/penghasilan berfokus di laki laki, Provider Wajib Tetap laki laki 2. Kalau dipaksakan kesempatan kerja setara antar gender, maka perlu bergeser juga stereotipe "Provider Wajib Laki Laki"-nya. Kesetaraan menciptakan krisis Provider (Krisis kepemimpinan) di hubungan, jika stereotipe Provider masih dibebankan pada laki laki. Secara tidak langsung menciptakan efek perebutan Dominansi dalam hubungan. Sadar nggak kalian jomblo, banyak yang takut n…